Membaca Jawa Pos (25/10), saya tertarik tulisan Saudara Tjahja Tribinuka dengan judul Mendiskusikan Desain dengan Masyarakat. Saya setuju dengan Saudara Tjahja bahwa desain tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Desain harus dikomunikasikan dan didiskusikan agar masyarakat juga melek desain, tidak hanya menjadi penonton pasif. Saya hanya ingin melihat dari sudut pandang yang berbeda terkait digelarnya Surabaya Design Week 2008 (SDW08) 3-9 November. Sebulan lalu, Obed Bima Wicandra (Jawa Pos, 24/9) juga mengulas tantangan Surabaya untuk menjadi kota kreatif. Ya, sebuah kota kreatif memang tidak dibangun dalam semalam atau hanya dengan membalikkan telapak tangan. Diperlukan "iklim kreatif" yang tidak mudah dirintis dan diwujudkan, apalagi menjadikannya berkelanjutan. SDW 08 bisa menjad [ .. ]
Pada Juni 2008, Departemen Perdagangan RI merilis cetak biru pengembangan ekonomi kreatif Indonesia 2009-2025 serta pengembangan subsektor-subsektor ekonomi kreatif yang kemudian dikenal sebagai industri kreatif itu. Berdasarkan cetak birunya, ada 14
Pemerintah segera menyusun program aksi pengembangan ekonomi kreatif yang ditargetkan bisa memberi sumbangan sekitar 7-8 persen terhadap PDB pada 2015. "Pada Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) yang kedua nanti kam